Penjelasan Film Midsommar (2019)
Penjelasan Film Midsommar (2019) - Hallo sahabat nurchocolatey, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Penjelasan Film Midsommar (2019), kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel movie explanations, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Penjelasan Film Midsommar (2019)
link : Penjelasan Film Midsommar (2019)
Ari Aster sudah memukau saya lewat (baru) dua filmnya. Saya pernah menyebarkan klarifikasi untuk film pertamanya, Hereditary (baca penjelasannya di sini), maka saya merasa perlu untuk menyebarkan artikel klarifikasi untuk film keduanya, Midsommar. Saya tahu kau mungkin keluar dari bioskop dengan perasaan sedikit resah (sebagaimana saya), dan butuh asupan klarifikasi perihal apa yang sesungguhnya terjadi (apa maksud senyum dari Florence Pugh di ending film?). Ari Aster sendiri juga menegaskan bahwa tujuan ia bikin film ini ialah memang untuk membingungkan penonton. Maka kalau kau nonton film ini dan merasa sedikit bingung, berarti film ini memang berhasil (atau kita aja yang ndeso haha)...
Anda sekarang membaca artikel Penjelasan Film Midsommar (2019) dengan alamat link https://nurchocolatey.blogspot.com/2018/08/penjelasan-film-midsommar-2019.html
Judul : Penjelasan Film Midsommar (2019)
link : Penjelasan Film Midsommar (2019)
Penjelasan Film Midsommar (2019)
Ari Aster sudah memukau saya lewat (baru) dua filmnya. Saya pernah menyebarkan klarifikasi untuk film pertamanya, Hereditary (baca penjelasannya di sini), maka saya merasa perlu untuk menyebarkan artikel klarifikasi untuk film keduanya, Midsommar. Saya tahu kau mungkin keluar dari bioskop dengan perasaan sedikit resah (sebagaimana saya), dan butuh asupan klarifikasi perihal apa yang sesungguhnya terjadi (apa maksud senyum dari Florence Pugh di ending film?). Ari Aster sendiri juga menegaskan bahwa tujuan ia bikin film ini ialah memang untuk membingungkan penonton. Maka kalau kau nonton film ini dan merasa sedikit bingung, berarti film ini memang berhasil (atau kita aja yang ndeso haha)...
Berikut ini saya akan berusaha menyampaikan klarifikasi versi pemahaman saya yang sebagian saya dasarkan dari wawancara Ari Aster. Sekali lagi saya kasih tahu, bahwa saya nonton ini di bioskop dengan sensor 9 menit (dan saya sempat kelewatan 5 menit sebab harus ke kamar mandi di pertengahan film), yang artinya mungkin pemahaman saya tidak sepenuhnya utuh... Dan tentu saja, goresan pena ini mengandung SPOILER. Sebelumnya, bagi yang belum membaca review lengkap saya perihal Midsommar, bisa click disini.
THE STORY
Cerita dimulai dari Dani (Florence Pugh) yang kebingungan dengan email yang dikirim oleh saudara perempuannya yang menderita bipolar disorder. Setelahnya, ia kemudian mengetahui bahwa saudara perempuannya gres saja bunuh diri dengan gas beracun dari knalpot mobil, dan membunuh kedua orangtuanya juga dengan cara yang sama. Pengalaman ini menjadikan stress berat bagi Dani, dan terutama membawa efek jelek pada hubungannya dengan kekasihnya yang sebelumnya sudah tidak baik-baik saja, Christian (Jack Reynor). Setelah itu timbul perselisihan ketika Dani mengetahui Christian pergi ke Swedia dengan kawan-kawan kuliahnya tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Christian pun hasilnya mengajak Dani untuk ikut serta. Mereka ke Swedia untuk berkunjung ke komune asal Pelle (Vilhelm Blomgren), salah satu sahabat Christian. Kebetulan ada semacam program pekan raya merayakan demam isu panas di sana. Apa yang kelihatannya menyerupai tamasya yang menyenangkan kemudian bermetamorfosis mimpi buruk.
Kisah horror dimulai dengan mereka menyaksikan dua orang lansia yang melemparkan diri mereka dari atas tebing (sebuah ritual senicide yang Pelle sebut attestupa). Peristiwa ini tentu saja menciptakan stress berat Dani, Christian, dan kawan-kawan lainnya, terutama Connie dan Simon - dua turis lainnya yang pribadi minta pulang sehabis menyaksikan insiden itu. Tapi salah satu tetua komune itu berusaha menjelaskan bahwa apa yang sepertinya mengerikan itu bahu-membahu ialah sebuah tradisi yang menyimbolkan siklus kehidupan. Para lansia itu mati dengan "cara terhormat" alih-alih menanti janjkematian dengan cara yang buruk. Connie dan Simon tetap ngotot ingin pulang, sementara Christian dan kawan-kawannya Josh (William Jackson Harper) dan Mark (Will Poulter) yang mahasiswa antropologi menentukan untuk bertahan. Kebetulan, Josh memang ingin menulis perihal komune Harga ini untuk materi tesisnya, demikian pula dengan Christian (yang kemudian hal ini menjadikan friksi di antara keduanya).
Hal-hal asing makin menjadikan kecurigaan ketika Mark (Will Poulter) menghilang sehabis dengan kurang ajarnya mengencingi pohon keramat. Pada malam harinya, tanpa meminta ijin Josh juga menyusup masuk ke dalam perpustakaan kawasan kitab suci komune itu disimpan. Di sana ia kemudian melihat sesosok entah siapa mengenakan "kulit wajah Mark" (jahat ga sih, kayaknya Will Poulter dipilih main film ini sebab mukanya yang unik, sehingga cukup mengerikan kalau dijadikan "topeng kulit wajah"), dan sebelum Josh bisa mencerna apa yang terjadi mendadak kepalanya dipukul. Keesokan harinya tetua Harga menanyakan kepada Christian dan Dani perihal kitab suci mereka yang hilang, dan Christian berusaha cari selamat sendiri dengan tidak mau disangkutpautkan dengan ulah Josh dan Mark.
Dani kemudian diajak untuk ikut serta dalam kompetisi maypole dancing. Kompetisi ini diikuti para perempuan, mereka menari mengelilingi tiang kayu sambil mengenakan dress elok dan flower crown. Mereka menari hingga kelelahan, dan siapa yang bertahan hingga terakhir akan meraih gelar May Queen. Dani kemudian terpilih menjadi pemenang. Ia pun diangkat dengan kereta untuk mengikuti ritual fertilitas dengan mengubur benih dan daging ke tanah. Sementara itu, Christian menjalani ritual fertilitas yang lain, ia gres saja menenggak minuman asing yang menciptakan ia pusing dan berhalusinasi, dan kemudian membuatnya menyetubuhi salah seorang wanita anggota komune dalam ritual seks yang asing (di bioskop Indonesia adegan ini tentu saja disensor). Dani kemudian melihat adegan ini dan membuatnya mengalami panic attack. Setelahnya, Christian berlari dalam keadaan telanjang, tidak sengaja masuk ke dalam ruangan dimana ia melihat mayat Simon digantung dalam cara yang mengerikan. Seseorang kemudian membuatnya pingsan dan melumpuhkan tubuhnya.
Pada babak akhir, Dani yang terpilih menjadi May Queen diharuskan menentukan siapa yang akan ia korbankan untuk ritual terakhir. Apakah Christian, atau sukarelawan lain dari komune Harga. Ia pun menentukan kekasihnya. Christian kemudian "dimasukkan" dalam kulit beruang dan ia dimasukkan ke bangunan suci berbentuk segitiga. Di sana sudah ada korban-korban lainnya: mayat Simon, Josh, Connie, Mark, dua orang lansia yang mati di awal, dan dua orang sukarelawan dari komune Harga. Kemudian bangunan itu dibakar - yang artinya aben para penghuninya. Dani, awalnya menyaksikan itu semua dengan wajah resah dan mual, sebelum hasilnya kamera yang menyorotnya memperlihatkan bahwa ia tersenyum
SO.... WHAT THE FUCK IS GOIN' ON?
Saya rasa ini udah cukup terperinci ya. Midsommar bukan film dengan puzzle yang harus dipecahkan. Dani, kekasih, dan kawan-kawannya bahu-membahu "dipancing" untuk menjadi korban persembahan dalam ritual komune sinting tersebut. Sebagian sekedar menjadi korban persembahan, sedangkan Christian terpilih untuk menjalani ritual seks yang ga waras.
APA MAKSUD ARI ASTER SEBENARNYA?
Cara paling simpel untuk mengetahui apa yang bahu-membahu terjadi ialah membaca interview sang sutradara sekaligus penulis naskah, Ari Aster. Dalam banyak interview-nya, Ari Aster sepertinya sudah cukup terperinci mengindikasikan bahwa film ini punya 2 makna. Bagi Christian dan kawan-kawannya film ini ialah folk-horror, sementara bagi Dani film ini ialah fairy tale.
Konon kabarnya, perusahaan film Swedia meminta Ari Aster untuk menyebarkan film (tentang Swedia). Saat itu, katanya Ari Aster gres saja putus dengan kekasihnya, sehingga ia terinspirasi untuk menciptakan breakup movie. Lepaskan genre horror dari film ini, maka kau menyerupai menonton film dimana seorang wanita yang memiliki problem dalam hidupnya tidak mendapat support yang baik dari kekasihnya yang egois. Hubungan mereka bukan kekerabatan yang sehat dan baik-baik saja. Sebagai penonton kita diajak untuk mikir: "Dani, Christian bukan perjaka yang pantas buat kamu! Kamu berhak sanggup perjaka yang lebih baik lagi!" - dan perjaka yang tepat untuk Dani bahu-membahu sudah ada di depan matanya (di film ini, sepertinya si Pelle). Kita biasa menciptakan film romantis dari premis ini. Tapi ya kan ini film horror guys
Menariknya, Ari Aster tidak sepenuhnya menjadikan Dani dan Christian sebagai abjad hitam putih. Dani bukan cewek yang sempurna, ia punya problem keluarga dalam hidupnya, mengalami gangguan kecemasan, dan ini membuatnya sangat bergantung pada Christian. Kita bisa menyampaikan bahwa tidak adil untuk melimpahkan seluruh permasalahan kita kepada kekasih - walaupun ya bisa dibilang kita mencari pacar yang bisa menyampaikan kenyamanan dan ruang yang kondusif dalam hidup kita. Sementara Christian, ya ia memang rada brengsek sih, tapi ia bukan perjaka paling brengsek di dunia (Mark jauh lebih menyebalkan). Setidaknya, ia masih berusaha mencoba bertahan dalam kekerabatan mereka sebab tahu bahwa Dani membutuhkannya. Dengan karakter-karakter abu-abu inilah sepertinya yang menciptakan Ari Aster berusaha mempermainkan perasaan kita. Tentu kita bersimpati sepenuhnya pada Dani sebagai protagonis, namun Ari Aster juga menciptakan kita masih kasihan dengan nasib yang diderita Christian... Bayangkan jikalau Christian sepenuhnya digambarkan dengan sangat brengsek, maka emosi kita sehabis menonton film ini nggak akan sekuat itu. Kita justru akan bersorak kegirangan ketika Dani menentukan Christian untuk menjadi korban, dan sepertinya ini bukan reaksi penonton yang diperlukan oleh Aster. Ari Aster ingin kita mencicipi kengerian yang tidak mengenakkan.
Film ini berpusat pada kisah Dani. Di awal cerita, Dani digambarkan mengalami bencana yang sangat traumatis (termasuk bikin stress berat saya sebagai penonton). Ia kehilangan seluruh keluarganya. Alicia Wilkinson dari voxdotcom menyebut bahwa kisah dalam Midsommar ini mengingatkannya dengan abjad utama dalam cerita-cerita Disney, dimana kisah dimulai dengan seorang gadis yatim piatu dengan nasib yang malang (sebut saja Snow White dan Cinderella), dan keseluruhan dongeng setelahnya ialah bagaimana sang gadis hasilnya mendapat kebahagiaan.
Dani gres saja kehilangan keluarga dan tidak mendapat support system yang layak dari pacarnya yang sepertinya tidak terlalu mempedulikannya dan bertahan hanya sebab "kewajiban". Ia berusaha memendam kesedihannya rahasia semoga emosinya tidak mengganggu hubungannya dengan Christian (saat sedih ia cenderung mencari kamar mandi atau menyendiri untuk menangis). Selayaknya Snow White yang bertemu tujuh kurcaci, atau Cinderella yang bertemu ibu peri, Dani ia kemudian menemukan apa yang ia butuhkan pada komune Harga ini (terlepas dari seberapa sintingnya sikap orang-orang tersebut di film ini). Dani hasilnya mendapat keluarga gres yang bisa merangkulnya. Sepanjang cerita, sepertinya hal-hal jelek juga tidak pernah benar-benar terjadi pada Dani. Ia malah disambut dengan cukup hangat, dan seakan-akan ia ditakdirkan untuk bisa menjadi May Queen. Hal jelek yang menimpanya hanyalah ketika melihat Christian bersetubuh dengan wanita lain (tapi toh ia memang sudah seharusnya mencampakkan Christian). Dan ketika ia shock dan menangis meraung-raung, anggota wanita Harga yang lain merangkulnya dan ikut menangis bersamanya, menyinkronkan napas dan teriakan dengan napas dan teriakan Dani, seakan-akan memperlihatkan tenggang rasa pada insiden jelek yang terjadi pada Dani. Dani hasilnya bisa melepaskan seluruh emosinya (termasuk segala murung yang menyesakkan jiwanya), dan seluruh komune itu menyerupai menyampaikan pemberian yang ia butuhkan. Coba ingat juga obrolan ketika Dani ngobrol dengan Pelle, dan Pelle bilang bahwa ia kehilangan kedua orangtuanya ketika kecil namun menyerupai mendapat keluarga gres dari sesama anggota komune yang lain sehingga ia tidak pernah merasa sendirian. Hal itulah yang didapatkan Dani dari komune Harga ini: sebuah pemberian semoga ia tidak merasa sendirian lagi. By the way, kalo dari kacamata antropologi, komune semacam ini memang memperlihatkan sesuatu yang tidak ada di masyarakat modern yang lebih individualis. Dalam komunitas kecil, mereka memang saling bergantung satu sama lain sehingga melahirkan kehidupan sosial yang saling mendukung.
Penjelasan inilah yang sepertinya bisa menandakan kenapa sepanjang insiden jelek terjadi sepanjang film, ekspresi Florence Pugh sebagai Dani lebih tepat dikatakan "selalu bingung" daripada takut dan ingin kabur dari situ. Ia bahu-membahu lebih tampak resah dan stress dengan masalahnya sendiri (dihantui bayangan keluarganya, merasa Christian ga peduli kepadanya). Hal inilah yang bisa menjelaskan alasan Dani tersenyum di bagian ending. Ia hasilnya menyadari bahwa sudah saatnya ia "mencampakkan" kekasihnya, dan mendapat "kebahagiaan" dan kebebasan yang layak ia dapatkan...
Demikianlah Artikel Penjelasan Film Midsommar (2019)
Sekianlah artikel Penjelasan Film Midsommar (2019) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Penjelasan Film Midsommar (2019) dengan alamat link https://nurchocolatey.blogspot.com/2018/08/penjelasan-film-midsommar-2019.html




0 Response to "Penjelasan Film Midsommar (2019)"
Post a Comment